Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Memaknai Peringatan Hari Kartini, Bukan Hanya Pakaian Tapi Juga Pikiran

admin Friday, 21 Apr 2017 | 11:00 WIB 0 197 Views

Selamat Hari KartiniPEMUDAFM.COM, Radionya anak muda – Sudah tidak asing lagi bagi seluruh rakyat Indonesia bahwa setiap tanggal 21 April kita selalu memperingati yang namanya hari kartini, biasanya dari taman kanak-kanak sampai sekolah menengah atas juga tidak ketinggalan untuk memperingati dan merayakan hari tersebut. Memperingati hari kartini biasanya dilakukan dengan menggunakan pakaian adat yang berasal dari berbagai macam daerah yang ada di Indonesia dan acaranya di isi dengan berbagai macam perlombaan yang dapat meningkatkan kreativitas dalam diri seseorang. Namun sayangnya, memperingati hari kartini saat ini dilakukan hanya sebatas dalam perayaannya saja, bukan untuk membentuk karakter yang unggul terutama bagi kaum wanita yang dapat dicontoh dari sosok R.A Kartini.

Mungkin semuanya tahu bahwa, tanggal 21 April merupakan hari kelahiran Kartini tapi mungkin tidak semua dari kalian tahu kapan dia wafat? dan bagaimana perjalanan hidupnya? Karena biasanya anak muda hanya melihat hasilnya dan kurang peduli terhadap bagaimana prosesnya. Raden Ajeng Kartini atau yang biasa di sebut dengan R.A Kartini lahir di Jepara, Jawa tengah, 21 April 1897 dan meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun, 4 hari setelah melahirkan putranya Raden Mas Soesalit. Ada dugaan Kartini meninggal karena ada permainan jahat dari Belanda agar Kartini bungkam dari pemikiran-pemikiran majunya yang berwawasan kebangsaan. Namun keluarga menganggap kematian Kartini murni karena dia berjuang untuk melahirkan anaknya, keluarga pun tidak mengusut lagi tentang penyebab kematian kartini dan sampai saat ini kematian Kartini masih menjadi tanda tanya. Akan tetapi terlepas dari dugaan yang beredar kita bisa mengambil benang merah bahwa Kartini meninggal sebagai ibu yang berjuang untuk anaknya.

Peranan Kartini sebagai emansipasi wanita dan sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi tidak terlepas dari sosok keluarganya yang berasal dari kelas bangsawan, terutama kakeknya yang dikenal sebagai bupati yang sangat memperjuangkan pendidikan pribumi. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini Kartini belajar bahasa Belanda tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal dirumah karena harus dipingit. Karena kartini bisa berbahasa Belanda maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda, salah satunya adalah Rosa Abendanon.

Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa, timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi karena perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah. Bersamaan dengan itu, Pemerintah Belanda sedang ditekan oleh negara-negara koloni Internasional untuk membuktikan manfaat kolonialisasinya bagi penduduk pribumi jajahan.

Mendadak Kartini menjadi salah satu sosok yang menjadi sorotan, utusan dari Gubernur Jenderal Batavia datang ke Jepara mencari Kartini. Tujuannya adalah membawa Kartini ke Batavia, memfasilitasi keinginan Kartini ke Batavia untuk belajar. Pintu kembali terbuka untuk Kartini melanjutkan pendidikan tetapi kedaan sudah mulai berubah, ayah Kartini sudah sakit-sakitan. Akhirnya oleh orangtuanya Kartini disuruh menikah walaupun pada awalnya Kartini sempat menolak untuk dinikahkan. Kartini menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Untungnya suami Kartini mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung oleh suaminya untuk mendirikan sekolah wanita.

Setelah Kartini wafat, Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A kartini pada teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”. Ada kalangan yang meragukan kebenaran surat-surat Kartini, ada dugaan Abendanon merekayasa surat-surat Kartini, kecurigaan ini timbul karena buku Kartini terbit saat pemerintahan kolonial Belanda dan Abendanon termasuk yang berkepentingan dan mendukung politik etis. Hingga saat ini pun sebagian besar naskah asli surat tak diketahui keberadaannya.

Muncul Kontroversi kenapa hanya tanggal lahir Kartini yang ditetapkan sebagai hari besar? Padahal banyak pahlawan wanita yang tidak kalah hebat dengan Kartini, sebagian orang yang pro terhadap Kartini beranggapann karena Kartini tidak hanya seorang tokoh emansipasi wanita yang mengangkat derajat kaum wanita Indonesia saja, melainkan dengan ide dan gagasan pembaharuannya tersebut ia telah berjuang untuk kepentingan bangsanya. Nah terlepas dari itu semua, kita harus mengambil nilai positif dari kehidupan R.A Kartini, tanpa Kartini wanita Indonesia saat ini mungkin masih merasakan yang namanya dipingit untuk menikah di usia muda dan tidak mempunyai hak dalam kesetaraan dengan lelaki bahkan kita tidak akan menemukan seorang pemimpin yang dipimpin oleh wanita. Sangat kebayangkan bagaimana jika saat ini hal tersebut masih berlaku kepada wanita di Indonesia.

Maka dari itu, mulai saat ini kita harus memperingati hari kartini dengan memaknai perjuangan R.A Kartini dengan berperilaku yang positif untuk perubahan bangsa ini ke arah yang lebih baik tanpa melupakan budaya dan agama yang berlaku, bukan hanya memperingati dengan merayakan berupa kesenangannya saja. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara memperbaiki harga diri remaja putri saat ini dalam bersikap karena banyak dari mereka yang berperilaku ke barat-baratan dan mencoreng nama baik bangsa dan untuk seluruh wanita Indonesia yang mengalami kesulitan dalam menempuh pendidikan sesuatu hal yang layak untuk didapat harus diperjuangkan, tidak peduli seberapa berat rintangan yang menghalanginya.

Mempelajari dan peduli terhadap sejarah merupakan suatu bentuk menghargai perjuangan pahlawan nasional disaat ini. Kemudian bertepatan dengan memperingati hari Kartini seorang sutradara film nasional Hanung Bramantyo telah meluncurkan film R.A Kartini versi 2017 yang digarap oleh Legacy Pictures dan diproduseri oleh Robert Ronny yang akan tayang di layar lebar pada 19 April 2017. Bagi para pecinta perfilman atau yang ingin lebih banyak tahu sekaligus penasaran bagaimana ketika kehidupan kartini di film kan versi 2017, bisa langsung datang ke bioskop kesayangan kalian anak muda, anggap saja ini merupakan suatu wujud dalam mengapresiasi perfilman karya bangsa sendiri. (Jesy)

line at radio pemuda fm

Berikan Komentar: