Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Soekarno, Norma, dan Indonesia Raya

admin Wednesday, 27 May 2015 | 10:48 WIB 0 980 Views
Soekarno, Norma, dan Indonesia Raya

SELAMA menjalani pengasingan di Muntok, Pulau Bangka, 5 Februari hingga 6 Juli 1949, Soekarno mendapat pengalaman menarik. Ia berjumpa dengan gadis asli Muntok bernama Norma Musa. Gadis ini kemudian dibawa ke Jakarta menjadi sekretaris pribadinya. Setelah itu, dia diperistri Sultan Hamengku Buwono IX, yang saat itu menjabat Wakil Presiden RI.

”Norma pada waktu itu sering diminta Soekarno untuk mengisi acara bersama masyarakat di Muntok. Biasanya, Norma diminta memimpin lagu ’Indonesia Raya’ pada pertemuan-pertemuan bersama masyarakat,” kata ahli sejarah asal Bangka, Akhmad Elvian, di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, akhir April 2015.

Menurut Akhmad, dalam pengasingan di Muntok, Soekarno berusaha menumbuhkan semangat patriotisme dan nasionalisme masyarakat setempat. ”Lagu ’Indonesia Raya’ yang selalu dibawakan pada setiap pertemuan menunjukkan keinginan Soekarno untuk menumbuhkan patriotisme dan nasionalisme,” katanya.

Seperti diungkapkan juru pelihara Wisma Ranggam, Edi Rosyidi, Soekarno juga gemar bermain biola. ”Saya mengetahuinya dari cerita orang-orang tua di sini. Soekarno setiap sore main biola,” kata Edi.

Bermain biola mengingatkan Soekarno pada pencipta lagu kebangsaan itu, Wage Rudolf Supratman. Komponis itu pertama kali mengumandangkan lagu ”Indonesia Raya” dalam kongres tahun 1928 dengan biola.

Biola, Norma Musa, dan lagu ”Indonesia Raya” merupakan rangkaian usaha Soekarno untuk menumbuhkan spirit kebangsaan kepada masyarakat.

Kunjungan Sultan
Menurut sejarawan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Djoko Suryo, Belanda memberi keleluasaan bagi Sultan Hamengku Buwono IX pada waktu itu untuk mengunjungi Soekarno dan para pemimpin lain selama di pengasingan. Setidaknya, dua kali Sultan datang ke Muntok.

”Di Muntok pada 1949 itulah sebetulnya Sultan untuk pertama kali berjumpa dengan Norma Musa, yang kemudian baru pada 1976 diperistri Sultan,” kata Djoko.

Norma Musa menjalani tugasnya sebagai sekretaris pribadi Presiden Soekarno. Sebelum diperistri Sultan, perempuan itu pernah menikah, tetapi kemudian berpisah dengan suaminya. Ketika menjadi istri Sultan, dia mendapat nama baru, yaitu Kanjeng Raden Ayu Norma Nindya Kirana HB IX.

Riwayat Norma Musa menjadi catatan penting pengasingan Soekarno di Muntok. Setidaknya, melalui Norma yang selalu ditunjuk untuk memimpin lagu ”Indonesia Raya”, Soekarno bisa melangsungkan kerja budaya dan politiknya sekaligus mempertahankan kemerdekaan RI yang masih muda. (NAW)

Sumber: Kompas.com

Berikan Komentar: