Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Hari Perempuan Internasional: Mari Jeng Rebut Kembali

admin Tuesday, 8 Mar 2016 | 20:12 WIB 0 505 Views
Hari Perempuan Internasional: Mari Jeng Rebut Kembali

Hari perempuan internasional yang dirayakan pada setiap tanggal 8 Maret, menjadi momentum merefleksikan kembali peranan perempuan dalam bermasyarakat dan bernegara. Sekilas mengenai sejarah penetapan hari raya kaum hawa sedunia yang berawal dari kisah heroik para buruh wanita dari pabrik garmen, mereka melakukan unjuk rasa untuk memprotes kondisi buruk yang mereka alami, mulai dari diskriminasi hingga tingkat gaji yang tak setara dengan buruh laki-laki.

Kegiatan demonstrasi tersebut pun akhirnya tidak berjalan dengan damai. Pasalnya aparat kepolisian bertindak represif dengan menyerang para demonstran untuk membubarkan aksi. Sebuah peristiwa kekerasan yang dialami oleh para buruh perempuan di kota New York, Amerika Serikat pada tahun 1857 tersebut menjadi momentum perlawanan para kaum perempuan untuk mendapatkan hak-hak mereka sebagai seorang warga Negara, sehingga PBB menetapkan 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional.

Pemenuhan Hak yang adil sebagai seorang warga negera, merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh penyelenggara pemerintahan dalam sebuah Negara. Namun, dalam implementasi-nya masih terdapat beberapa kebijakan yang merugikan beberapa golongan, salah satunya adalah para Perempuan. Dalam konteks bernegara contohnya, masih terdapat keterbatasan para perempuan untuk mendapatkan Hak politik mereka dengan berbagai hal alasan mulai dari keterbasan fisik hingga status sosial.

Meskipun dilain sisi, saat ini telah tumbuh subur gerakan perempuan atau kesadaran kolektif untuk terus memperbaiki peran wanita diberbagai macam sektor dalam bernegara dan masyarakat. Gerakan tersebut berbuah hasil yang cukup baik dalam merubah paradigma masyarakat mengenai peran perempuan. Seperti contoh dibeberapa Negara, perempuan sudah dapat menjadi pemimpin pemerintahan hingga menjabat dibeberapa posisi dalam suatu Negara yang sebelumnya identik dengan peran laki-laki.

Begitupun di Indonesia, telah terdapat banyak perempuan Indonesia yang memiliki kualitas sehingga dapat menjadi sebuah kebanggan Negara. Seperti contoh, Butet Manurung, founder dari Sokola Rimba yang dianggap menjadi pahlawan bangsa karena kegigihannya memperjuangkan pendidikan bagi masyarakat di pedalaman Indonesia. Kepeduliannya pada masyarakat tertinggal tersebut mendapat perhatian masyarakat dunia, sehingga Butet mendapatkan penghargaan sebagai Pahlawan Asia dari TIME.

Butet merupakan satu contoh perempuan Indonesia yang memiliki prestasi, namun secara fakta, masih terdapat pula sejumlah permasalahan mengenai kaum perempuan di Indonesia yang harus terus diperbaiki dan mendapatkan perhatian dari pemerintah, terlebih dalam hal pemenuhan hak mereka, sehingga mereka mendapatkan hak mereka seutuhnya sebagai seorang warga negara. Hari perempuan internasional, haruslah menjadi sebuah momentum semangat para perempuan muda untuk terus berkarya serta berinovasi sebagai bagian dari anak muda, yang memiliki peran dalam memperbaiki kondisi sosial masyarakat dan pembangunan Negara selanjutnya.

Berikan Komentar: