Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Bersuara Eps.4: Melestarikan Budaya Melalui Karya

admin Monday, 6 Jun 2016 | 10:32 WIB 0 548 Views
Bersuara Eps.4: Melestarikan Budaya Melalui Karya

PEMUDAFM.COM, Radionya anak muda – Radio Pemuda FM kembali menyelenggarakan kegiatan “Bersuara” pada hari Minggu 29 Mei 2016. Seperti episode sebelumnya, acara ini diisi dengan memutarkan film pendek karya anak muda Indonesia dilanjutkan dengan diskusi interaktif antar pembuat serta pemain dan para peserta kegiatan. Pada kegiatan yang sudah memasuki episode ke-4 ini menampilkan dua film pendek yang mengangkat mengenai budaya Indonesia yaitu Pancasonya dan Palang Pintu.

Film Pendek Pancasonya dari FFTV IKJ bercerita mengenai sorang pria tertuduh komunis pada tragedi 1965 mempelajari ilmu kebal agar dapat menerima dengan ikhlas kematian istrinya dengan cara membalaskan dendam pada si pembunuh berantai. Pancasonya merupakan salah satu seni beladiri asal Indonesia yang konon digunakan oleh masyarakat untuk melawan penajajahan. Ilmu yang mempunyai kemampuan seseorang dapat me-regenerasi sel tubuhnya dalam hitungan detik sehingga bagian tubuh yang semula terpisah akan dapat tumbuh kembali hanya kurang dari beberapa detik.

Berbeda dengan Pancasonya, Film Pendek Palang Pintu yang disutradari oleh Qausar dari Alfamaker mengangkat mengenai upacara budaya adat Betawi yang sering digunakan dalam upacara pernikahan. Film ini menceritakan seorang Gilang yang ditunjuk menjadi palang pintu dalam upacara pernikahan Juha, mantan pacarnya. Tugas yang diemban Gilang hanya menantang palang pintu laki-laki untuk bersilat. Ternyata Kabir, sang penganti lelaki, tidak menyukai keberadaan Gilang. Ia memancing Gilang dengan pantun yang menjadi bagian tradisi palang pintu dan akhirnya mereka terlibat perkelahian.

Setelah menyaksikan kedua film pendek tersebut, Kegiatan Bersuara dilanjutkan dengan diskusi mengenai film tersebut. Pada kesempatan ini hanya dihadiri oleh perwakilan dari film Palang Pintu, Qausar selaku pemain sekaligus sutradara dan Zaffan sebagai penulis cerita, sedangkan pemain dan pembuat film Pancasonya berhalangan hadir dalam kegiatan ini.

Diskusi film yang dipandu oleh Eko dan Basir yang merupakan penyiar Pemuda FM, menanyakan mengenai latarbelakang hingga kendala dalam pembuatan film. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab secara bergantian oleh Qausar dan Zaffan. Di awal diskusi Qausar menggambarkan bahwa ide pembuatan film berasal dari ketertarikannya dengan upacara adat Palang Pintu, ia juga menambahkan bahwa Indonesia memiliki banyak kebudayaan yang dapat dijadikan sumber inspirasi dalam pembuatan karya seni apapun.

Selanjutnya, terdapat beberapa kendala dalam pembuatan film seperti waktu dan keterbatasan dalam pembuatan naskah dialog pantun. Menurut Zaffan bahwa seluruh dialog Pantun dalam film Palang Pintu diserahkan kepada para pemainnya dengan beberapa arahan yang ia sampaikan. Kendala lainnya menurut Qausar adalah sulitnya untuk menterjemahkan dialog Pantun kedalam bahasa inggris, dikarenakan terdapat keinginan untuk mempromosikan film tersebut dan budaya Palang Pintu hingga mancanegara.

Acara Bersuara episode 4 ditutup dengan ajakan dari para narasumber untuk terus berkarya dan memanfaatkan perkembangan internet. Karena menurut mereka saat ini semakin mudah untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi yang dibutuhkan dalam mengembangkan ide serta kreativitas anak muda. Mereka juga berpesan untuk bangga kepada budaya Indonesia serta menjaga budaya nasional agar terus eksis di dalam maupun luar negeri. (Sadam)


Dibawah ini adalah foto-foto acara Bersuara Eps.04 di Kepo Cafe & Resto:

line at radio pemuda fm

Berikan Komentar: