Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Jalan Tak Ada Ujung, Problematika Anak Jalanan di Indonesia

admin Tuesday, 5 Apr 2016 | 9:28 WIB 1 711 Views
Jalan Tak Ada Ujung, Problematika Anak Jalanan di Indonesia

PEMUDAFM.COM, Radionya anak muda – Problematika mengenai anak jalanan di Indonesia hingga saat ini masih menjadi jalan tak ada ujung dalam hal perbaikan keadaan sosial. Bagaimana tidak, hampir di setiap aktivitas kita, maupun diberbagai macam media digital maupun konvensional masih terdapat sejumlah gambaran peristiwa yang bersinggungan dengan kondisi anak jalanan yang jauh dari kata kesejahteraan, terlebih dalam sektor ekonomi maupun pendidikan.

Secara rasional berstatus sebagai anak jalanan bukanlah menjadi pilihan hidup (good choice) yang diinginkan oleh seseorang. Kesejahteraan ekonomi, merupakan satu dari beberapa macam faktor yang menjadi latar belakang terbentuknya kondisi anak jalanan saat ini. Faktor kesejahteraan ekonomi atau kemiskinanlah yang membuat satu individu menjadi anak jalanan dan memaksa mereka untuk mencari uang demi memenuhi kebutuhan diri dan keluarga.

Keadaan seperti ini berdampak pada kurangnya mendapatkan akses pendidikan, terjaminnya kesehatan yang baik, serta ketersediaan waktu untuk dapat mengembangkan karakter mereka bersosialisasi dengan teman sebaya. Keadaan ini berbanding terbalik dengan anak-anak pada umumnya yang mudah dalam mengakses pendidikan dengan baik, berbadan sehat dan dapat bermain sesuka ria tanpa harus memikirkan waktu untuk bekerja.

Permasalahan mengenai kondisi anak jalanan dewasa ini seharusnya mendapatkan respon yang baik oleh pemerintah, khususnya dalam hal pendidikan. Terjaminnya mendapatkan kualitas pendidikan yang baik untuk para anak-anak jalanan sudah merupakan tanggung jawab Negara sesuai dengan bunyi pasal 31 ayat (1) menyatakan “Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan” dan 31 ayat (2) yang menyatakan “Setiap warganegara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”. Itulah bunyi dari UU pasal 31 ayat 1 dan 2, tentang pendidikan yang sangat amat jelas menyatakan bahwa Negara bertanggung jawab untuk memenuhi hak pendidikan untuk setiap anak Indonesia. Tetapi pada kenyataanya, pemerintah seperti menutup mata atas nasib yang di alami oleh anak–anak jalanan ini, sehingga masih banyaknya terdapat generasi penerus bangsa yang kesulitan mengenyam pendidikan karena faktor ekonomi.

Berdasarkan data Kemensos pada tahun 2015 terdapat 4.1 juta anak terlantar di Indonesia, diantaranya 5.900 anak yang jadi korban perdagangan manusia, 3600 anak bermasalah dengan hukum, 1,2 juta balita terlantar dan 34.000 anak jalanan. Melihat data ini seharusnya pemerintah harus berfikir lebih keras lagi, bagaimana cara untuk memperbaiki kondisi para penerus bangsa saat ini.

Karena para anak–anak jalanan ini merupakan para generasi bangsa yang akan menjadi penerus proses pembangunan Negara selanjutnya. Jangan sampai para penerus bangsa selanjutnya ini, tidak memiliki basis pengetahuan (knowledge) yang baik sehingga menghambat proses pembangunan bangsa yang telah di amanahkan oleh UUD 1945 Alinea 4 yaitu membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Agenda dan rancangan strategis pembangunan suatu Negara tidak akan berjalan dengan baik, sepanjang masih minimnya pendidikan yang di dapat oleh para generasi bangsa selanjutnya. Ingat, anak jalanan merupakan anak bangsa Indonesia juga dan merupakan para penerus bangsa. Negara harus segera berperan dalam memperbaiki situasi permasalahan mengenai anak jalanan tersebut. Pemerintah harus memperlakukan mereka seperti anak–anak pada umumnya dan menghilangkan pradigma bahwa anak jalanan itu merupakan para pembuat onar, anak-anak yang malas dan merugikan masyarakat. Satu hal yang harus diketahui, bahwa mereka juga memiliki cita-cita untuk dapat hidup lebih baik dan anak jalanan juga merupakan para anak ibu pertiwi. (Basir)

Tulisan ini dimuat pada website Pemuda FM melalui kanal “Bebas Berpendapat”. Punya opini lain mengenai Indonesia ataupun Anak Muda? Kirim tulisan kamu ke email redaksi@pemudafm.com sekarang!

1 Komentar »

  1. mia.p Wednesday, 13 Apr 2016 | 13:44 WIB at 13:44 WIB - Reply

    lantas apa yang bisa kita lakukan?
    pemuda-pemuda..

Berikan Komentar: